INI DIA…. BISNIS YANG TIDAK ADA MATINYA (1)

Krisis global…..?
PHK besar-besaran…?
Susah cari kerjaan…?

Jangan takut, tidak perlu bingung anggap saja hukum alam. Sunatullah. Gitu aja koq repot, kata Gusdur. Untuk postingan kali ini saya akan sharing tentang bisnis-bisnis yang tidak ada matinya. Saya mengatakan demikian karena dalam kondisi apapun, bisnis ini tetap jalan.

Ok, inilah bisnis-bisnis yang terbukti yang tidak pernah mati:
1. Bisnis kebutuhan pokok dan keperluan sehari-hari.
Ini merupakan jenis usaha yang tidak terpengaruh oleh krisis dan gonjang-ganjingnya jaman, karena sifatnya yang tidak bisa ditunda dan diganti.
2. Keperluan anak-anak.
Kebutuhan anak-anak semakin komplek saja, hampir-hampir seperti kebutuhan primer. Apalagi didaerah perkotaan. Kalau ingin mengetahui kebutuhan anak2, kita bisa tanya kepada teman, atau suadara yang sudah mempunyai anak.
3. Kuliner.
Ya, bisnis makanan merupakan bisnis yang tidak pernah ada matinya. KIta bisa melihat pada waktu jam makan siang di daerah pabrik, pusat pertokoan atau perkantoran, rata-rata penuh.
4. Kantin Sekolah.
Sekolah adalah pasar yang potensial untuk bidang usaha kantin sekolah, karena biasanya jam istirahatnya Maksimal 30 menit. Jadi, kalau siswa sekolah tersebut ingin membeli cemilan atau makanan pastinya larinya ke kantin.

MAU BISNIS?…..

Banyak diantara kita yang saat ini masih berstatus karyawan atau mahasiswa mempunyai angan-angan mempunyai usaha/bisnis sendiri. Entah rencana itu akan direalisasikan dalam waktu dalam waktu dekat atau beberapa tahun lagi.

Dalam postingan kali ini saya akan memberikan tips-tips memulai usaha yang barangkali bisa bermanfaat bagi kita semua.

Berikut ini tips-tips cara memulai usaha;
1. Beli usaha yang sudah “jalan”
Sekarang ini banyak franchise/waralaba yang menawarkan paket investasi dengan harga terjangkau.

2. Menjadikan teman akarab atau kerabat/saudara sebagai operator usaha. Apabila kita masih berstatus karyawan dan mempunyai peluang usaha yang cukup prospektif, maka bisa meminta kerabat atau teman untuk mengoperasikan usaha kita dengan catatan yang bersangkutan bisa dipercaya.

3. Join modal dengan usaha/bisnis yang sudah jalan. Tentunya kita sering mendengar suatu usaha sudah menghasilkan profit dan mengalami kendala permodalan, dan kita bisa share capital di bisnis itu.

4. Join dengan teman-teman untuk merintis usaha.

Mungkin anda mau menambahkan……?

Temanku yang Caleg

Beberapa hari yang lalu saya mendapat telepon dari seorang sahabat yang tinggal di jawa tengah. Dia bercerita kalau mau mencalonkan diri menjadi caleg dari partai yang cukup bersih reputasinya -menurut saya- dalam dua kali pemilu yang lalu.

Dia juga meminta masukan tentang isi tagline dalam banner/spanduk yang akan dipesannya. Karena dia berharap agar nantinya banner/spanduk yang dia pesan benar-benar bisa menarik simpati publik, minimal di daerah pemilihannya. Dan yang jelas untuk efisiensi biaya. Sudah kita ketahui bersama, bahwa seorang caleg harus membiayai dirinya sendiri, mulai mengurus administrasi, sosialisasi, kampanye, dst…dst..

Yang jelas, saya sebagai sahabat di satu sisi ikut senang dan bangga dengan pencalonannya sebagai caleg. Karena saya tahu persis dia luar dalam, mulai dari skill individunya, kehidupan keluarganya, sosial, ataupun kariernya. saya memberi nilai B, Baik. Tapi di sisi yang lain, saya agak khawatir kalau sampai dia jadi anggota dewan beneran. Karena anggota dewan yang sekarang ini beritanya tidak ada yang bagus, berantem, korupsi, calo, dll…dll.

Pada waktu saya menanyakan apa motivasinya mendaftar caleg, dia hanya menjawab JARINGAN (network). Dan pada saat saya mendesaknya untuk menjelaskan lebih jauh, dia pun berkata entar aja liat sendiri. Akhirnya saya hanya bisa meraba-raba sendiri motivasinya menjadi caleg. Dia itu pelaku bisnis properti kecil-kecilan, supel, kuat agamanya, assetnya (rumah, mobil, tanah) sudah lumayan. Apa yang dia cari dengan mendaftar caleg?

Akhirnya, setelah saya otak atik kesimpulannya; dia mendaftar caleg dan berharap bisa menjadi wakil rakyat minimal 5 tahun kedepan. Fokus perjuangkan aspirasi rakyat di dapil-nya. Mungkin dia tidak tergolong dalam POLITISI BUSUK, dan berusaha tidak sampai ikut-ikutan dalam praktik semacam itu. Tetapi dia mungkin mempunyai misi untuk memperkuat JARINGAN-nya, baik itu dengan sesama anggota dewan, tokoh partai, eksekutif, dll. Yang nantinya muaranya ke bisnisnya lagi.

Ya, aku hanya berharap seandanya dia terpilih, minimal idealismenya, moral, ataupun sikapnya tetap seperti dulu.

Bagaimana menurut anda?

Premium turun lagi, dan lagi….

Dalam bulan desember ini, pemerintah sudah dua kali menurunkan harga BBM. Pertama, pada tanggal 1 Desember 2008 dan yang kedua pada hari ini, 15 desember 2008. Hal ini bisa terjadi di karenakan akibat turunnya harga minyak di pasar dunia yang mencapai 60% dari puncak harga tertingginya beberapa waktu lalu.

Setidak-tidaknya dengan penurunan harga BBM yang terjadi ini, di harapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat, menggerakkan sektor riil dan menjaga psikologi masyarakat, sebagaimana di ungkapkan oleh Sri Mulyani Idrawati, menteri keuangan RI.

Seharusnya, penurunan Harga BBM harus di ikuti dengan harga barang yang berlaku di pasaran. Karena bagaimanapun juga BBM sebagai salah satu unsur dalam proses produksi sudah turun harganya.

Selama ini masyarakat (baca=konsumen) sudah terbiasa dengan kenaikan harga BBM, yang selalu berimbas pada kenaikan sembako, properti, otomotif ataupun yang lain. Masalahnya, apakah perilaku masyarakat tersebut bisa di imbangi dengan para pelaku usaha?

Bagaimanapun juga, peristiwa penurunan harga BBM yang sampai terjadi dua kali dan mungkin bisa turun lagi ini, adalah peristiwa langka semenjak negara RI ini berdiri. Ada anggapan sebagian orang bahwa penurunan harga BBM ini adalah kebijakan populis yang bersifat politis. apalagi momennya mendekati pemilu.

Perlu modal usaha?

Mungkin diantara kita perlu modal untuk usaha atau pengembangan Usaha, bisa memanfaatkan organisasi nirlaba ini. KIVA, nama organisasi ini. sudah cukup banyak orang-orang di belahan dunia dan indonesia khususnya yang terbantu oleh organisasi ini. Anda berminat?

Uang: Antara Candu dan Madu

Tentunya sering kita mendengar yang hal-hal yang mirip dengan ilustrasi di bawah ini:

#  “Kasian pak Kasmo,  sekarang  hidupnya sebatang kara. Padahal dulunya dia itu  kaya raya, uangnya banyak. Karena  dia pewaris  tunggal harta orang tuanya.  Sayangnya, dia nggak bisa merawat harta peninggalan itu.”

#  “Keluarga pak Yadi sekarang  kacau,  untuk bertahan hidup saja  disamping berjualan kecil-kecilan di samping rumahnya  masih mengandalkan bantuan dari saudaranya.  Kejadian itu terjadi saat pak Yadi  terkena PHK dari tempat kerjanya, perush multinasional.  Sebenarnya, dia itu mendapat  pesangon lumayan banyak dari tempat kerjanya yang dulu.”

#  “Keuntungannya  pak Karsan  dari usaha warung makannya  itu sebenarnya banyak,  cabangnya saja ada tiga.  Dan ketiga-tiganya ramai pembeli.  Tapi nggak tau, kenapa  dia kayaknya koq kekurangan  uang saja,  utangnya pun di mana-mana. Kabar-kabarnya sih dia itu penjudi berat dan hobi ke kafe remang-remang.”

#   “Cck… cck…cck.  Memang Hebat   benar  tuh pak Kasmo,  Usahanya  semakin maju.  Dia berhasil mengembangkan usaha yang telah dirintis oleh almarhum orang tuanya.”

#   “Enak benar hidupnya Pak Yadi…. Uang pesangon yang di peroleh dari tempat kerjanya dulu di di pakai untuk modal usaha. Dan usahanya sekarang makin berkembang, kabar-kabarnya dia sekarang lagi cari  lokasi untuk cabang usahanya.”

#   “Warungnya pak karsan sekarang modelnya seperti mini-resto, Menunya lengkap. Harganya gak jauh beda dengan warung yang dulu. Memang dia pinter mengelola usahanya.”

——————————————————————————————–

Kalau kita mencermati ilustrasi diatas, antara tulisan warna Oranye dan tulisan warna biru, ada perbedaan besar mind set tentang uang.

Ilustrasi warna oranye menunjukkan bahwa si pelaku ter-ninabobo-kan oleh uang yang pada akhirnya  si pelaku mendapatkan kesulitan finansial di penghujung akhir hidupnya. Hal ini dikarenakan tidak ada perencanaan  finansial yang matang pada awalnya. Dan akhirnya uang itu menjadi candu baginya.

Sedangkan ilustrasi warna  biru menunjukkan  bahwa si  pelaku beranggapan uang ini bisa di pergunakan sebagai Gizi dan suplemen  dalam bisnisnya.  Dan si pelaku bisa sukses seperti itu, bukan terjadi secara kebetulan semata. Tetapi sudah direncanakan secara matang sebelumnya. Dan sesuai dengan harapannya, uang itu menjadi menjadi madu yang meyehatkan bagi dia dan usahanya.

Tulisan ini semoga menjadi inspirasi bagi anda, atau mungkin anda punya pendapat yang lain….?

5 Tahun Lagi: Saya akan seperti apa?

Kalau saya sekarang seorang  pelajar,………………………………………

Kalau saya sekarang  seorang Bujangan,……………………………………

Kalau saya sekarang seorang Kepala Rumah tangga,……………………

Kalau saya sekarang seorang karyawan dengan gaji pas-pasan………

Kalau saya sekarang seorang pelaku usaha skala kecil,…………………

Kalau saya sekarang seorang…………………………………………………..

Kira-kira 5 tahun lagi saya akan seperti apa?

Tulisan ini patut untuk menjadi bahan renungan.

Resep SUKSES ala mbah purdi

Dalam salah satu seminar bisnisnya beberapa waktu lalu di Denpasar-Bali, purdi E Candra membeber habis-habisan tentang kiat-kiat bisnisnya kepada peserta yang hadir dalam seminar tersebut.

Ya, seminar dengan pembicara tunggal Purdi , CEO PRIMAGAMA GROUP berlangsung semarak karena purdie pandai menghidupkan suasana dengan joke-joke segarnya.

Dan Uraian menarik pada saat purdi di tanya oleh audien  tentang Resep sukses dalam berbisnis yang sudah di jalaninya. Mulai jatuh bangunnya, sampai bisnisnya yang beranak pinak.

Resep sukses yang pertama adalah ACTION……..

Resep sukses yang ke dua adalah ACTION……

Resep sukses yang ke tiga adalah ACTION……

Resep sukses yang ke empat adalah ACTION………

Resep sukses yang ke lima adalah ACTION………

Resep sukses yang ke enam adalah ACTION………..

Resep sukses yang ke tujuh adalah ACTION…….

Purdi memberikan analogi yang sederhana tentang bisnis. Mau bikin usaha/bisnis ibaratkan seperti kita mau mandi. Langsung saja masuk kamar mandi, gak ada handuk keluar ambil dulu. Gak ada sabun, keluar ambil dulu. Dst,dst….Begitu juga dengan bisnis, langsung buka saja.  Ada kekurangan, bisa di perbaiki sambil jalan.

Jadi intinya ACTION,………

TERNYATA, HIDUP ADALAH PILIHAN (1)

#   “Pusing kepala nih…,  masing tengah bulan tapi uang gajian sudah ludes. Belum lagi nanti bayar ini, bayar itu… nyari uang dari mana lagi nih?”

#  “Ada-ada saja ini orang…, sudah tahu kalau gajiku minus masih sempat-sempatnya bilang mau pinjam uang.”

#  “Nak,  beli peralatan sekolah di gramedia bulan depan saja ya, sekarang pinjam sama temen-teman sekolah aja dulu.”

#  “Yah, sementara kita makan seadanya dulu saja. Karena  tanggal muda masih  lama.”

……………………………………………………………………………………………………..

Tentunya kita sering mendengar ucapan seperti itu, entah dari teman, saudara, orang tua, tetangga, atau bahkan dari kita sendiri. Dan sebagian besar yang mengucapkan  adalah orang dengan status KARYAWAN.

Memangnya ada yang salah dengan status sebagai karyawan? Tidak, tidak ada yang salah. Hanya saja, dengan status   karyawan  dalam berbagai tingkatan( mulai office boy-manager) secara tidak langsung waktu,  tenaga dan pikiran mereka sudah di beli oleh  pemilik   institusi(=perusahaan) tersebut.

Kadang-kadang saya berpikir, kalo memang gaji yang di terima  dari tempat kerjanya tidak  mencukupi untuk kebutuhan hidupnya, mengapa masih tetap bertahan ditempatnya yang sekarang?  Bahkan kondisi seperti itu ada yang sampai bertahun-tahun dan tetap setia menjalaninya….

Apakah itu memang sudah menjadi pilihan hidupnya sampai akhir hayat?  atau menunggu  PHK,baru mencari-cari pilihan hidup yang lain?….

Bagaimana menurut anda?

SAKTI

www.tahucampur.wordpress.com

EMPAT CARA MENCAPAI KEKAYAAN

Ada empat cara menuju kekayaan:

1. Menikah dengan Anak orang kaya, cara ini tidak di rekomendasikan karena akan menyebabkan beban mental seumur hidup.

2. Melakukan kejahatan (korupsi, merampok toko emas, merampok bank), cara INSTANT ini tidak direkomendasikan karena menyebabkan hati tidak tenang menikmati kekayaannya, bisa jadi penyesalan seumur hidup. Dan terkadang nyawa menjadi taruhannya

3. Ikut memasang taruhan/Lotere, ini satu-satunya cara yang paling TOLOL yang sering di lakukan oleh orang-orang yang ingin kaya raya tetapi tidak mau melakukan usaha. Cara ini tidak sangat tidak direkomendasikan.

4. Menjadi pengusaha, inilah cara ‘SMART’ untuk mencapai kekayaan. Meskipun pada awal meraihnya mengorbankan waktu, uang dan pikiran, maka apabila tetap FOKUS pada tujuan maka niscaya akan tercapai. Kita tidak perlu mempunyai pikiran, AKU HARUS PUNYA USAHA SKALA BESAR. Yang penting ACTION dulu, kalau sudah jalan baru fokus ke pengembangan usaha.

bagaimana menurut anda….?